![]() |
| Ilustrasi |
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan,
berdasarkan QS. at-Taubah 36, Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat diatas
beliau mengutip satu dalil yang merinci apa saja 4 bulan yang disebut
bulan haram itu…? Pada dalil tersebut dinyatakan bahwa Muharram adalah
salah satu bulan haram.
Barangsiapa beramal shaleh didalamnya
maka pahalanya akan dilipat gandakan, demikian menurut Ibnu Rajab dalam
kitab "Jami'ul Ulumi wal Hikam".
Diantara amalan yang dianjurkan adalah puasa pada hari Asyura atau pada tanggal 10 Muharram.
عن أبي قتادة رضي الله عنه قال أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَة… (رواه مسلم)
DALIL PUASA TANGGAL 9 MUHARRAM.Artinya : Dari Abi Qatadah r.a dia berkata bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang (keutamaan) puasa Asyura, beliau menjawab : "Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu."...(HR. Muslim)
عن عَبْدِ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه مسلم)
Artinya ; Dari Abdullah bin Abbas radliallahu 'anhuma berkata saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa pada hari 'Asyura`dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharram)." Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, hingga Rasulullah SAW wafat. (HR. Muslim)
KETERANGAN ; puasa tanggal 9 ini adalah salah satu
contoh amalan yang disebut dengan sunnah "hammiyah", yaitu suatu amalan
sunnah yang Nabi SAW berniat melakukannya, tetapi beliau tidak sempat
melakukannya karena keburu wafat.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا. (رواه أحمد)
Artinya ; Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berpuasalah kalian pada hari 'Asyura` dan selisihilah kaum Yahudi, maka berpuasalah satu hari sebelum atau sesudahnya." (HR. Ahmad)
Berdasarkan hadis ini sebagian ulama
menganjurkan selain puasa pada tanggal 10 Muharram yang disebut hari
asyura, juga dianjurkan puasa pada tanggal 9 (satu hari sebelumnya)
atau juga pada tanggal 11 (satu hari setelahnya).
Oleh Ustadz Ahmad Hasanuddin Umar
Pengajar Ushul Fiqh di PPTM

































0 thoughts on “DALIL PUASA TANGGAL 9, 10 & 11 MUHARRAM”