Hukum cadar adalah ikhtilaf para ulama, antara wajib dan sunah. Yang
berpegang wajib di kalangan ulama terdahulu adalah syaikul Islam Ibnu
Taimiyyah, Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, Adz Dzahabi, Ibnu Katsir, Ibnu
Hajar rahimahumullah. Ulama2 jaman sekarang yang mewajibkan diantaranya
syaikh Bin Baz, syaikh Al Utsaimin, syaikh Al Bassam dan ulama2 saudi
lainnya rahimahumullah. Dan syaikh Al Utsaimin membuat sebuah risalah
kecil berjudul Risalatul Hijab.
Sedangkan ulama yang menyatakan
sunahnya hukum cadar adalah syaikh Al Albani rahimahullah. Dalam kitab
beliau Hijab Mar'atul Muslimah (sudah diterjemahkan). Beliau menuai
beberapa kritikan salah satunya dari syaikh Humud At Tuwaijiri
rshimshullah. Dengan adanya kritikan tersebut mendorong beliau syaikh Al
Albani kembali menelaah lebih dalam, akan tetapi semakin beliau
menelaah semakin membuat beliau yakin bahwa hukum cadar adalah sunah
bukan wajib.
Wal hasil hukum cadar adalah ikhtilaf ulama. Ikhtilaf ulama tidak boleh menjadikan sebab kita bertengkar dan berpecah belah.
Sikap kita : Kita pelajari dalil keduanya secara insof/ adil/ obyektif
/seimbang dengan niat yang ikhlas. Kemudian kita ambil pendapat yang
lebih kuat dalilnya. Kemudian ihtirom/menghormati/menghargai kepada
pendapat yang tidak kita ambil dan ihtirom kepada orang yang berbeda
pendapat dengan kita.
Wanita yang meyakini memakai cadar adalah sunah, dan memutuskan tidak memakai cadar, silakan, akan tetapi ihtirom kepada yang memakai.
Masing-masing saling menghargai.
Apabila ada wanita setelah dia menelaah secara insof bahwa memakai cadar adalah sunah akan tetapi dia memilih memakai cadar dengan tujuan misalnya untuk menghindari fitnah, kemudian sewaktu-waktu dia membuka cadarnya, apakah hal ini diperbolehkan?
Dalam hal ini diperbolehkan, tidak mengapa dan tidak digolongkan kepada munafik. Allahu a'lam.
Ustadz Abu Haidar As Sundawy

































0 thoughts on “Hukum Cadar Adalah Ikhtilaf Para Ulama”